coursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Sabtu, 11 Mei 2013

DESAIN TAMAN KAMPUS UNIVESITAS JEMBE



BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar  Belakang
Pertamanan adalah kegiatan mengolah dan menata lahan dengan menumbuhkan berbagai tanaman yang memperhatikan segi keindahan (estetika) atau suatu perpaduan antara cabang seni dengan pengetahuan alam, biologi dan fisiologi tanaman serta menyangkut unsur sosia budaya, ekonomi serta psikologi. Pertamanan banyak terkait dengan penataan ruang menggunakan berbagai elemen alami, terutama tanaman. Elemen lainnya adalah patung, air, kolam, serta hewan. Lanskap adalah wajah dan karakter lahan atau tapak dan bagian dari permukaan bumi dengan segala sesuatu dan apa saja yang berada didalamnya baik bersif alami maupun buatan oleh manusia, yang merupakan total dari bagian hidup manusia beserta mahluk hidup lain yang ada didalamnya.
Taman kampus pada umumnya merupakan suatu total kompleks dri fisik yang ada dalam kampus dan terbentuk sebagai akibat dari interaksi antara manusia sebagai individu dan sebagi bagian dari mahluk sosial dengan alam. Unsur-unsur yang berada di dalam taman kampus terdiri dari beberapa jenis material yaitu material tanaman yang hidup seperti area rumput, pohon, semak, dan penutup tanah, sedangkan untuk material keras seperti elemen keras penutup tanah yaitu paping. Taman yang telah didisain di daerah kampus memiliki tujuan selain untuk memperindah kampus juga sebagai daya tarik seseorang ketika melihatnya dan juga dapat digunakan sebagai tempat bersantai oleh mahasiswa. Taman kampus juga dapat digunakan sebagai tempat sarana belajar.
Pada dasarnya taman kampus dibagun berdasarkan tiga elemen perinsip yaitu elemen struktur, ruang terbuka, dan alam. Struktur direpresentasikan sebagai bangunan, jalan, area parkir, dan ultilitas. Ruang terbuka merupakan ruang tanpa ruang terbangun (struktur) diatasya. Sedangkan untuk alam sendiri merupakan suatu bentuk lahan, tanaman, batuan dan air. Ruang terbuka yang ada dikampus merupakan perlengkapan dalam suatu kehidupan kampus itu sendiri yang didalamnya tertampung aktivitas belajar, komunikasi sosial, dan hubungan timbal balik dari berbagai disiplin ilmu. Taman dalam kampus biasanya ditanami pohon yang rindang dan kokoh di bagian samping jalan dan sepanjang jalan tersebut hal ini dikarenakan untuk menciptakan lingkungan yang sejuk dan tidak panas.

1.2  Tujuan
1.        Untuk memahami manfaat taman dalam menunjang proses belajar mengajar dan mampu membuat disain bagian dari taman kampus beserta komponen-komponen penyusunya.
2.        Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan disain yang telah dibuatnya kedalam lokasi kampus.






















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Tanaman penutup tanah (groundcover plants) adalah tanaman yang tingginya kurang dari atau sama dengan 0,5 m. Tanaman ini bisa digunakan untuk memperlunak permukaan tanah sehingga terkesan lebih natural. Tanaman jenis ini biasanya dimanfaatkansebagai bagian terendah dalam gradasi ketinggian tanaman. Tanaman penutup tanah juga dapat digunakan sebagai tanaman tepi dari suatu komposisi tanaman. Tidah hanya itu, keragaman jenis, bentuk, dan corak warna yang menarik membuatnya banyak digemari sebaga tanaman penyemarak taman atau ruang. Bentuk mininya sangat cocok sebagai tanaman dalam pot atau miniatur garden yang mempesona. Contoh tanaman hias ini yaitu Adiantum sp, Aeschynanthus lobbiana dan masih banyak lagi (Kencana, 2008).
Tanaman perdu adalah tanaman yang memiliki batang berkayu dan tumbuh tinggi. Namun terkadang beberapa tanaman perdu disebut juga pohon kecil. Adapun tanaman yang termasuk kelompok perdu rendah, yaitu perdu yang memiliki tinggi kurang dari 2 m. Keindahan dan pesona taman ini biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias dalam pot dan penambahan daya tarik. Jika ditanam dalam jumlah masal dan ditata dengan pola tertentu, tanaman ini bisa pula berfungsi sebagai pembatas taman. Perpaduan perdu rendah dengan beragam tanaman akan menjadikan penampilan taman lebih menarik. Contohnya yaitu Brunfelsia calycina Benth (Kencana, 2008).
Tanaman hias yang ditempatkan pada ruangan memerlukan lingkungan yang menjamin kelangsungan hidupnya secara normal. Fakor lingkungan yang diperlukan untuk perkembangan dan kelangsungan hidup tanaman hias ruang adalah cahaya, suhu, air, kelembaban, udara, dan tanah (Wianta, 2007).
Cahaya akan selalu dibutuhkan oleh semua tanaman. Tanaman tidak akan dapat melakukan asimilasi (fotosintesis) tanpa ada cahaya. Dalam penampatannya tanaman yang memiliki toleransi terhadap cahaya penuh separti Coleus sp., dll dapat ditempatkan di ruang serambi atau teras disebalah utara. Dan untuk tanaman yang memiliki toleransi teduh ditempatkan dibagian selatan (Wianta, 2007).
Air berperan penting dalam proses fotosintesis dan mengangkut bahan makanan ke seluruh organ tanaman dan menjaga tegangan sel dalam daun. Udara mempunyai kamampuan mengikat air. Jika jumlah air banyak maka udara akan menjadi lembab dan sebaliknya bila kandungan air sedikit maka udara akan menjadi kering. Tanah sebagai media tumbuh tanaman didalam pot amaupun di lingkungan, disamping itu tanah tanah juga sebagai penahan, pengikat dan penyimpan air yng diperlukan (Wianta, 2007).
Perawatan tanaman merupakan salah satu bentuk perhatian manusia terhadap tanaman, karena tanaman hias ruangan hidupya sangat tergantung pada perhatian manusia. Perawatan yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman hias yaitu diantara adalah peyiraman, pencahayaan, pemupukan, pemangkasan (pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan), repotting, pengendalian hama dan penyakit, pemberian tajar, membersihkan tanaman dari debu dan membuat tanaman lebih cantik, mengkilap dan bersih (Wianta,  2007).
Flora suplir atau chevvelure merupakan tanaman paku-pakuan yang mempunyai nilai artistik. Dalam tanaman hias jenis ini sering disebut rambut dewi venus. Tanaman ini merupakan tanaman hias yang sangat indah, dekoratif dan memancarkan nuansa warna hijau yang menyejukkan (Rukmana, 2007).
Tiga lengkungan yang dibangun di kampus UNY pada atas tiang-tiang penyangga yang kokoh untuk menunjukkan adanya kebersamaan warga kampus yang kokoh dalam mencapai cita-cita dengan proses yang manusiawi, tidak kaku/ lentur, fleksible tetapi penuh tanggung jawab. Dan Penataan elemen taman mempertimbangkan prinsip-prinsip desain, yaitu kesatuan, keseimbangan, keselarasan, irama,proporsi, dan tekanan. Untuk memberikan border/garis tepi yang rapi di sepanjang tepi trotoar taman depan Rektorat, maka dibuat pot-pot permanen dengan bentuk dinamis, yang tersusun berderet membentuk pola linier di sepanjang sisi trotoar. Pola linier memberi kesan rapi, teratur, dan formal, sebagaimana sifat taman yang cocok untuk perkantoran (S, Muhajirin dan Ambrwati, 2008).
Taman yang berada di dalm kampus merupakan salah satu sarana utuk mahasiswa dimana didisain dengan memanfaatkan suatu lahan yang berbukit, sehingga ketika saat berjalan mengitari kampus maka juga bermanfaat untuk sarana olahraga. Selain itu tujuan dengan terbentuknya taman kampus agar mahasiswa betah dan merasa nyaman berada di dalam kampus. Selain itu dalam taman kampus difasilitasi oleh berbagai macam tempat yang dapat digunakan untuk beraktifitas seperti lapangan olahraga dan danau buatan serta taman yang luas dengan berbagai maccam tanaman baik tanaman hias, perdu, pohon dan penutup tanah. Taman juga merupakan tempat untuk bersantai ketika selesai kuliah dan kegiatan yang lainnya (Ibrahim, dkk, 2007).
Menurut Grey Wilson (1980), bunga Impatiens terdiri atas sepasang daun kelopak lateral, kecil dan umumnya terletak di antara daun kelopak bawah (lower sepal) dan daun mahkota dorsal (dorsal petal). Daun kelopak bawah merupakan suatu struktur yang besar dan luas pada posisi ventral, terletak di bawah tangkai bunga, umumnya mempunyai taji yang mencolok. Daun mahkota dorsal yang terletak pada posisis dorsal, terpisah dari daun mahkota lain, datar (flatish) atau berkantong (cucullate). Daun mahkota lateral yang bersatu (lateral united petals), terdiri dari 2 pasang daun mahkota lateral. Daun mahkota lateral terdiri dari daun mahkota atas (upper petal) dan daun mahkota bawah (lower petal). Bagian ini juga sering disebut daun mahkota atas lateral (upper lateral petal) dan daun mahkota bawah lateral (lower lateral petal) (Utami, 2008).
Taman yang merupakan lahan terbuka hijau, dapat berperan dalam membantu fungsi hidroorologi dalam hal penyerapan air dan mereduksi potensi banjir. Pepohonan melalui perakarannya yang dalam mampu meresapkan air ke dalam tanah, sehingga pasokan air dalam tanah (water saving) semakin meningkat dan jumlah aliran limpasan air juga berkurang yang akan mengurangi terjadinya banjir. Diperkirakan untuk setiap hektar ruang terbuka hijau, mampu menyimpan 900 m3 air tanah per tahun. Sehingga kekeringan sumur penduduk di musim kemarau dapat diatasi. Sekarang sedang digalakkan pembuatan biopori di samping untuk dapat meningkatkan air hujan yang dapat tersimpan dalam tanah, juga akan memperbaiki kesuburan tanah. Pembuatan biopori sangat sederhana dengan mengebor tanah sedalam satu meter yang kemudian dimasuki dengan sampah, maka di samping akan meningkatkan air tersimpan juga akan meningkatkan jumlah cacing tanah dalam lubangan tadi yang akan ikut andil menyuburkan tanah (Ibrahim, dkk, 2007).
Taman mempunyai fungsi kesehatan. Taman yang penuh dengan pohon sebagai jantungnya paru-paru kota merupakan produsen oksigen yang belum tergantikan fungsinya. Peran pepohonan yang tidak dapat digantikan yang lain adalah berkaitan dengan penyediaan oksigen bagi kehidupan manusia. Setiap satu hektar ruang terbuka hijau diperkirakan mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen guna dikonsumsi 1.500 penduduk perhari, membuat dapat bernafas dengan lega. Taman mempunyai fungsi ekologis, yaitu sebagai penjaga kualitas lingkungan disekitar taman. Bahkan rindangnya taman dengan banyak buah dan biji-bijian merupakan habitat yang baik bagi burung-burung untuk tinggal, sehingga dapat mengundang burung-burung untuk berkembang. Kicauan burung dipagi dan sore akan terdengar lagi (Ibrahim, dkk, 2007).


















BAB 3. BAHAN DAN METODE
3.1 Tempat dan Waktu
Kegiatan praktikum Aplikasi Program Home Design Architectural Dalam Mendesain Taman Rumah Tinggal yang dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Jember pada hari sabtu, tanggal 16 Maret 2013 pukul 13.45 WIB – selesai.

3.2. Alat dan Bahan
3.1.1        Alat
1.        Personal Computer (PC)/Lapotip
2.        CDR/CDRW
3.        Printer warna
4.        Kamera
5.        Peralatan lapangan (cangkul, skop, cetok).

3.1.2        Bahan
1.    Kertas HVS
2.    Komponen taman (tanaman, tempat duduk semen)

3.2. Cara kerja
1.        Menginvertarisir semua komponen taman kampus yang ada ke dalam tabel.
2.        Berikan komentar dan saran taman kampus yang saudara lihat.
3.        Membuat skema taman kampus kedalam bentuk dua dimensi (proyeksi vertikal) atau tiga dimensi sesuai lokasi yang sudah ada.






BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1  Hasil
Gambar 1. Skema desain taman

Gambar 2. Tampak dari samping atas

 
Gambar 3. Tampak dari pojok atas


No.
Nama Komponen Tanaman
Fungsi
Tempat
Keterangan lain
1
Ginger Variegated
sebagai tanaman hias
di sebelah kiri dan kanan dedat kolam
nama umum : Ginger Variegated
nama botani : Herdycium
tipe : bunga
warna bunga : putih
tekstur : -
tipe buah :-
perubahan daun : yang gugur
pemakaian : -
pertumbuhan : musim panas
sinar matahari : sedang
air : sedang
tanah : Alkalin
temperatur : 100-200F/-120-60C
zona : 8,9,10
usia : Persemaian
tinggi sekarang : 5 cm
tinggi saat dewasa : 5 cm
2
lampu warna-warni
untuk memperindah taman agar lebih berwarna dan hidup
pojok kir dan kanan serta di tengah-tengah tulsan UNEJ
lampu dapat berubah warna setiap 15 menit sekali, warna yang di pancarkan antara lain, merah, kuning, hijau, putih, dan pink, biru.
3
batu
untuk mendesain tulisan UNEJ dalam taman kampus
dibagia pnggir tengah
batu memiliki warna dan tekstur yang berbeda-beda setiap hurufnya hal ini dikarenakan agar lebih menciptakan suatu karya yang memiliki nilai seni yang indah.
4
Zinnia

untuk memberi nilai estetika pada taman, sebagai tanaman hias dan pembatas tepi.
bagian tepi taman kampus pembatas
nama umum : Zinnia
nama botani : Zinnia sp
tipe : bunga
warna bunga : banyak warna
tekstur : kasar
tipe buah : N/A
perubahan daun : yang gugur
pemakaian : tempat terbuka depan rumah
pertumbuhan : musim dingin
sinar matahari : luas
air : rata-rata
tanah : lempung
temperatur : rata-rata
zona : 3,4,5,6,7,8,9,10
usia : persemaian
tinggi sekarang : 3cm
tinggi saat dewasa : 3cm
5
Trillium Snow
untuk memberi nilai estetika pada taman, sebagai tanaman hias dan untuk pembentuk sebuah hati atau love
di bagian tengah pada sampng kiri dan kanan tanaman palem.
nama umum : Trillium Snow
nama botani : Trillium graniflorum
tipe : bunga
warna bunga : putih
perubahan daun : yang gugur
pertumbuhan : musim semi
sinar matahari : sedang
air : sedang
tanah : Alkaline
temperatur : -300-200F/-320-280C
Zona : 4, 5, 6, 7, 8
usia : persemaian
tinggi sekarang : 1-6cm
tinggi saat dewasa : 1-6 cm
6
Grandiflora Petunia
untuk memberi nilai estetika pada taman, sebagai tanaman hias dan untuk mengelilingi lampu warna
di sebelah bawah tulisan UNEJ
nama umum : Grandiflora Petunia
nama botani : Petunia x hybrida ‘drem series’
tipe : bunga
warna bunga : banyak warna
tekstur : sedang
perubahan daun : yang gugur
digunakan : tanaman hias
pertumbuhan : musim gugur
sinar matahari : sedang
air : sedang
tanah : lempung
temperatur : rata-rata
zone : 10
usia : persemaian
tinggi sekarang : 1 cm
tinggi saat dewasa : 1 cm
7
Canary Island Date Palm
sebagai tanaman hias yang berpusat pada tengah atau sebagai titik pusatnya taman
di tengah taman.
nama mum : Canary Island Date Palm
nama botani : Phoenix canariensis
tipe : pohon
warna bunga : kuning
tekstur : kasar
tipe buah : merah
perubahan daun : daun
digunakan :aksen pohon
pertumbuhan : musim panas
matahari : banyak
air : sedang
tanah : lempung
temperatur : panas dan angin
zona : 10
usia : persemaian
tinggi sekarang 13 cm
tinggi dewasa : 50 cm
8
Blue Wild Indigo
tanaman hias
tepi ujung paping.
nama umum : Blue Wild Indigo
nama botani : Baptisia australis
tipe : bunga
warna bunga : biru
tekstur : berongga
tipe buah : hitam
perubahan daung : yang gugur
digunakan : tanaman hias
pertumbuhan : musim gugur
matahari : banyak
air : rata-rata
tanah : lempung
temperatur : panas
zona : 3,4,5,6,,7,8,9
usia : persemaian
tinggi sekarang : 4 cm
tinggi dewasa: 4 cm
9
Canna

sebagai tanaman hias
ujung belakang lampu
nama umum : Canna
nama botani : Canna generalis
tipe : bunga
warna bunga : kuning
tekstur : halus
perubahan daun : yang gugur
penggunaan : aksen tanaman
pertumbuhan : musim panas
matahari : sedang
air : sedang
tanah : lempung
temperatur : rata-rata
zona : 7,8,9,10
usia : persemaian
tinggi sekarang : 0,5m
tinggi dewasa :4m

10
: New Zealand Flax ‘Sunset’

tanaman hias
di tengah dekat palem
nama umum : New Zealand Flax ‘Sunset’
nama botani : Phormium Tenax’Sunset’
tipe : bunga
warna bunga : merah, kuning
perubahan daun : tahunan
pertumbuhan : musim gugur
matahari : rata-rata
air : sedang
tanah : lempung
temperatur : 100-200f
zone : 8,9,10
usia : persemaian
tinggi sekarang : 0,5 m
tingi dewasa : 5m
11
Loosestrife

tanama hias
pinggir sebalah lampu
nama umum : Loosestrife
nama botani : Lythrum Virgantum stet
tipe : bunga
warna bunga : ping kepuihan
tekstur : berrongga
digunakan : tanaman hias
pertumbuhan : musimpanas
matahari : banyak
air : sedang
tanah : lempung
temperatur : rata-rata
zona : 3,4,5,6,7,8,9
usia : persemaian
tinggi sekarang : 60cm
tinggi dewasa : 3m

1.2  Pembahasa
Desain taman yang telah saya buat yaitu berbentuk sangat sederhana tetapi memiliki nilai keindahan yang sangan menarik untuk dilihat atau dipandang. Dari hasil disain yang telah saya buat ini memiliki tema natural yaitu dimana taman ini dapat dinikmati suasana alam yang bersahaja. dan taman ini cocok untuk tempat bersantai, tema ini menciptakan lingkungan halaman kampus yang sehat dan adanya kolam yang dipenuhi dengan bunga dan tanaman lain yang memiliki keindahan. Area taman kampus doble way ini dapat digunakan untuk tempat refresing serta bagron untuk berfoto karena tempatnya yang indah dan menarik. Seseorang siapapun entah itu mahasiswa atau dosen atau masyarakat sekitar ketika masuk dalam kampus UNEJ pastinya akan melewati taman yang ada di doble way ini ketika mereka melewati taman yang bila taman terlihat indah dan menarik pastiny seseorang akan senang datang ke UNEJ karena desain taman yang sangat sederhana bisa memiliki nilai estetika yang tinggi. 
Dalam mendisain taman kampus ini pastinya terdapat banyak komponen yang mendukung. Komponen-komponen yang ada dalam taman yaitu antara lain adalah lampu tinggi yaitu berfungsi untuk menerangi jalan sekitar taman dan taman itu sendiri, lampu kecil warna-warni yaitu memiliki fungsi untuk mempeindah taman dengan warna-warna lampu yang dipancarkan memiliki warna yang beragam seperti merah, hijau, kuning, putih, pink yang setiap 15 menit akan berganti sehingga taman terlihat hidup ketika malam hari, kolam di taman ini berfungsi untuk menyegarkan pemandangan disana dapat diberikan ikan sehingga tampak lebih hidup dan adanya keseimbangan antara faktor abiatok dan biotik saling menyatu. Bebatuan yang dibentuk dengan tulisan UNEJ ini memiliki fungsi sebagai lambang dari nama kampus dimana dapat memiliki nilai keindahan dan kemenarikan untuk dilihat, ada tanaman yang pendek dibentuk sebuah LOVE atau hati hal ini memiliki arti bahwa ketika seseorang entah itu mahasiswa atau dosen yang beraktifitas didalam lingkungan kampus UNEJ memilik rasa cinta, suka telah berada di UNEJ sehingga mereka dapat beraktifitas dengan senang tanpa ada penyesalan telah masuk di kampus UNEJ. Sedangkan tanaman yang lain yang mengelilingi bagian tepi taman ini berfungsi sebagai tanarman hias yang dapat memberikan ketertarikan dengan warna yang ditimbulkannya serta agar tidak terlihat gersang, taman ini juga digunakan springkel di berbagai tempatnya hal ini digunakan untuk menyi irami tanaman baik itu tanaman penutup seperti rumput dan tanaman hias lainnya. dalam taman kampus doble way ini memiliki titik fokus yang menarik perhatian yaitu yang terletak ditengah tengah taman yang disna didisain dengan bentuk tanah yang digundukkan dan terdapak tanaman palem kecil serta bebatuan dan tanaman nanas-nanasan berwarna merah dan hijau sehingg erlihat mencolok dan menarik yang disampingnya juga ditambahi sebuah komponen tanaman hias yang dibentuk love. Semua taman dalam menjaga keindahan selalu dilakukan perawatan secara teratur baik itu penyiraman, pemangkasan dan lain-lain karena perawatan tanaman merupakan salah satu bentuk perhatian manusia terhadap tanaman, karena tanaman hias ruangan hidupya sangat tergantung pada perhatian manusia. Perawatan yang harus diperhatikan dalam merawat tanaman hias yaitu diantara adalah peyiraman, pencahayaan, pemupukan, pemangkasan (pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan), repotting, pengendalian hama dan penyakit, pemberian tajar, membersihkan tanaman dari debu dan membuat tanaman lebih cantik, mengkilap dan bersih.
Taman kampus pada umumnya merupakan suatu total kompleks dri fisik yang ada dalam kampus dan terbentuk sebagai akibat dari interaksi antara manusia sebagai individu dan sebagi bagian dari mahluk sosial dengan alam. Taman merupakan sebuah area yang terdiri dari unsur tanaman beserta elemen tambahan lainya yang keduanya saling mendukung satu sama lainnya. Jenis tanaman bisa berupa tanaman merambat, tanaman pohon, tanaman perdu, tanaman semak, tanaman penutup tanah, rumput ataupun tanaman jenis palem. Sedangkan eleman tambahan bisa berupa batu hias, patung, air mancur, pot gantung, lampu taman, dan sebagainya. Adanya taman di dalam lingkungan kampus sangatlah penting hal ini dikarenakan taman yang berada di dalam kampus merupakan salah satu sarana untuk mahasiswa dimana didisain dengan memanfaatkan suatu lahan, sehingga ketika saat berjalan mengitari kampus maka juga bermanfaat untuk sarana olahraga. Selain itu tujuan dengan terbentuknya taman kampus agar mahasiswa betah dan merasa nyaman berada di dalam kampus. Selain itu dalam taman kampus difasilitasi oleh berbagai macam tempat yang dapat digunakan untuk beraktifitas seperti lapangan olahraga dan kolam buatan serta taman yang luas dengan berbagai macam tanaman baik tanaman hias, perdu, pohon dan penutup tanah. Taman juga merupakan tempat untuk bersantai ketika selesai kuliah dan kegiatan yang lainnya. Pada dasarnya taman kampus dibagun berdasarkan tiga elemen perinsip yaitu elemen struktur, ruang terbuka, dan alam. Struktur direpresentasikan sebagai bangunan, jalan, area parkir, dan ultilitas. Ruang terbuka merupakan ruang tanpa ruang terbangun (struktur) diatasya. Sedangkan untuk alam sendiri merupakan suatu bentuk lahan, tanaman, batuan dan air. Ruang terbuka yang ada dikampus merupakan perlengkapan dalam suatu kehidupan kampus itu sendiri yang didalamnya tertampung aktivitas belajar, komunikasi sosial, dan hubungan timbal balik dari berbagai disiplin ilmu.
Adanya taman tampus merupakan suatu hal yang sangat berguna dan bermanfaat dimana dengan adanya taman didalam kampus merupakan tempat yang sehat karena yang kita ketahui bahwa setiap kampus pasti berada ditengah kota yang dipadati dengan rumah penduduk dan kendaraan yang selalu ramai, hal ini banyak menimbulkan masalah seperti polusi udara, polusi suara dan lain-lain untuk itu salah satu fungsi kampus adalah untuk memberikan banyak udara segar dan bersih sehingga masyarakat sekitar, mahasiswa dapat menikmatinya setiap waktu. Akan tetapi taman yang berada pintu masuk kampus sangat penting karena untuk menarik perhatian kita ketika kita melewainya dan merasakan kenyamanan, keindahan, kesegaran dari taman tersebut. Selain itu ketika malam taman ini dapat digunakan untuk bersantai dimana mahasiswa dapat duduk di bagian tepi jalan sambl memandangi taman tersebut selain itu juga dapat digunakan untuk berfoto.
Disain yang sesuai untuk lingkungan kampus dalam menciptakan lingkungan yang sehat, sejuk dan nyaman yaitu dibagian tepi jalan untuk menuju kekampus maupun fakultas harus di tanami banyak tanaman tinggi, lebat, kuat dan tidak mudah roboh sehigga jalanan dapat terasa teduh, nyaman dan aman. Dalam taman harus terdapat penyerapan air yang dapat menyimpan air ketika air dalam keadaan melimpah sehingga ketika musim kering tanah tetap dapat menyediakan air untuk tanaman. Dilengkapi dengan fasilitas seperti gajebo disetiap fakultas untuk dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa ketika sedang melakukan diskusi, kerja kelompok maupun individu. Tema taman yang akan dibuat harus sesuai dengan fungsi taman tersebut. Setiap jalan yang ada dikampus harus terdapat lampu untuk menerangi jalan tersebut karena tidak jarang kuliah juga dilakukan malam hari sehingga dapat menyamankan mahasiswa yang lewat baik tu untuk pejalan kaki maupun yang naik kendaraan. Dalam area taman harus terdapat saluran air untuk sistem pengairan pada tanaman baik itu tanaman perdu, penutup dan tanaman hias. Elemen keras seperti paping atau aspal untuk membentuk suatu jalan dengan tujuan untuk memudahkan pengguna jalan.











BAB 5. KESIMPULAN
5.1    Kesimpulan
Kesimpulannya yaitu adanya taman di dalam lingkungan kampus sangatlah penting hal ini dikarenakan taman yang berada di dalam kampus merupakan salah satu sarana untuk mahasiswa dimana didisain dengan memanfaatkan suatu lahan, sehingga ketika saat berjalan mengitari kampus maka juga bermanfaat untuk sarana olahraga. Selain itu tujuan dengan terbentuknya taman kampus agar mahasiswa betah dan merasa nyaman berada di dalam kampus. Selain itu dalam taman kampus difasilitasi oleh berbagai macam tempat yang dapat digunakan untuk beraktifitas seperti lapangan olahraga dan kolam buatan serta taman yang luas dengan berbagai macam tanaman baik tanaman hias, perdu, pohon dan penutup tanah. Taman juga merupakan tempat untuk bersantai ketika selesai kuliah dan kegiatan yang lainnya.

5.2    Saran
Seharusnya praktikan disuruh mendesain taman yang ada di fakultas pertanian terlebih dahulu dan pengaplikasiannya sehingga lebih efektif serta praktikan lebih dapat berkreasi.












DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, dkk. 2007. Keliling Kampus Dunia. Grasindo. Jakarta.

Kencana, P. 2008. Galeria Tanaman Hias Lanskap. Penebar Swadaya. Jakarta

Rukmana, R. 2007. Tanaman Hias Suplir. Kanisius. Yogyakarta

S, Muhajirin dan Ambrwati. 2008. Konsep Perancangan Taman Depan Rektorat  Universitas Negeri Yogyakarta. Artikel.

Utami, N. 2008. Impatiens spp. (Balsaminaceae) endemik di Sumatera dan Potensinya sebagai Tanaman Hias. Biodiversitas 7(1) : 135-138

Wianta, I, K. 2007. Tanaman Hias Ruangan. Kanisius. Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar