coursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Senin, 20 Mei 2013

Identifikasi Gejala Defisiensi dan Kelebihan Unsur Hara Mikro pada Tanaman



BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Unsur hara merupakan suatu komponen yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang tidak sedikit untuk membantu mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Tumbuhan memerlukan asupan unsur hara baik yang tersedia dialam (tanah) maupun yang diaplikasikan atau diberikan oleh manusia untuk hidup, tumbuh dan menyelesaikan siklus hidupnya, sama dengan manusia memerlukan makan untuk hidup. Unsur hara harus diberikan secara seimbang untuk mendapatkan suatu hasil produksi tanaman yang optimal. Pemupukan seimbang yaitu pupuk yang diberikan harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan pada tanaman itu sendiri. Jumlah kebutuhan akan unsur hara untuk jenis tanaman memiliki perbedaan. Unsur hara esensial merupakan suatu kebutuhan tanaman yang sangat penting dan yang tidak bisa digantikan oleh apapun dari semua jenis unsur hara. Unsur hara esensial terdiri dari menjadi dua unsur yaitu  unsur hara mikro (Mo, Cu, Zn, Mn, Fe, Bo, dan Cl) dan unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S)
Kelebihan dan kekuranagan unsur harabagi tanaman dapat menyebabkan terhalangnya pertumbuhan sehingga tidak optimal. Gejala kelebihan unsur hara pada tanaman dapat dilahat dari gejala fisik pada bagian-bagian tanaman seperti gejala yang terdapat pada daun, batang, bungan dan buah selain itu tanaman juga akan menunjukkan gejala seperti daun yag terhambat sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan perubahan warna pada daun sering disebut sebagai klorosi. Defisiensi unsur hara pada tanaman dapat terlihat pada daun-daun pada umumnya. Salah satu contoh kekurangan unsur hara misalnya yaitu kekurangan unsur hara S, tanaman yang kekurangan unsur S menunjukkan suatu defisiensi seperti terlihat gejala pada daun tanaman mengunig, dan terkadang disertai dengan berubahnya warna daun  mejadi kemerahan. Sedangkan untuk gejala jika kelebihan unsur hara mikro yaitu dimana tanaman dapat terjadi keracunan sehingga menyebabkan tanaman tidak tumbuh dengan baik. Pentingnya pengetahuan dalam defisiensi tanaman akibat kekurangan unsur hara dapat dijadikan suatu pedoman maupun petunjuk yang dapat digunakan oleh peani yang sedang berbudidaya tanaman dalam melakukan untuk menentukan pemupukan yang tepat, optimal,  dan jenis pupuk yang harus digunakan. Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tentang defisiensi  dan kelebihan  unsur hara mikro pada tanaman.

1.2  Tujuan
Untuk mengetahui gejala defisiensi dan kelebihan unsur hara tertentu pada tanaman.






















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
            Suatu unsur dikatakan esensial bagi tumbuhan adalah apabila tumbuhan itu sendiri tadak mampu menyelesaikan daur hidupnya sampai tumbuhan menghasilkan biji yang dapat tumbuh bila unsur hara tidak tersedia dalam keadaan yang cukup, dan unsur hara tersebut merupakansuatu penyusun molekul pada bagian tumbuhan yang esensial untuk kelangsungan hidup tumbuhan. Unsur hara sangat penting untuk tumbuhan dimana unsur hara berperan sebagai komponen utama yang menyusun dan membantu pertumbuhan tanaman apapun (Lakitan, 2012).
Unsur hara esensial dibagi menjadi dua kelompok yaitu makro elemen dan mikro elemen. Makro elemen terdiri dari tiga bagian yaitu molekul (C, H, O), ion (N, S, P) dan kation (K, Ca, Mg) sedangkan makro elemen terdiri B, Cl, Ca, Fe, Mn, Mo, Zn. Unsur hara yang diperoleh tanaman dari dalam tanah atau larutan hara yaitu unsur N, S, K, B, Mg, Ca, Zn, Mo, Be, Mn, Na, Si. Nitrogen dalam jaringan tumbuhan merupakan sutu komponen penting yang berberan sebagai unsur penyusun dari banyak senyawa-senyawa esensial yang dibutuhkan oleh tanaman (Sarief, 1986).
Banyak macam pupuk yang dijumpai di toko pertanian yang didalamnya terkandung unsur hara mikro maupun unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman. Ada dua macam pupuk yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk anorganik pada umumnya yang memiliki kandungan unsur hara nitrogen yaitu Urea, dan ZA. Sedangkan untuk pupuk organik sendiri biasanya terbuat dari pupuk kandang, kompos dll. Umumnya unsur N diambil oleh tanaman dalam bentuk amonium dan nitrat. Pengaruh unsur N pada tanaman tidak hanya pada daun saja tetapi jika pemberian N semakin tinggi maka semakin cepat juga sintesis karbohidrat yang diubah menjadi protein dan protoplasma (Jumin, 2010).
Ciri-ciri atau syarat unsur hara makro yaitu unsur hara diperlukan dalam jumlah yang tidak sedikit artinya dalam jumlah yang banyak, kekurangan salah satu unsur hara makro pada tanaman dapat menmbulkan gejala disifiensi pada tanaman yang biasanya sulut atau tidak dapat disembuhkan dengan menambahkan suatu unsur hara makro yang lainnya, dan kelebiahan unsur hara makro dapat menyebabkan keracunan pada tanaman karena unsur hara tidak sesuai apa yang dibutuhkan oleh tanaman.sedangkan ciri untuk unsur hara mikro adalah unsur hara diperlukan tanaman dalam jumlah yang sedikit, kekurangan salah satu unsur hara mikro pada tanaman dapat menmbulkan gejala disifiensi pada tanaman yang biasanya sulut atau tidak dapat disembuhkan dengan menambahkan suatu unsur hara mikro lainnya, dan apabila kelebihan unsur hara mikro juga akan dapat berakibat pada keracunan tanaman (Sarief, 1986).
            Kekurangan unsur hara esensial bagi tanaman dari jumlah yang dibutuhkan tanaman, maka dapat mnimbulkan terhalangnya atau terganggunya metabolisme tanaman yang secara visual dapat terlihat dari penyimpangan-penyimpangan pada laju pertumbuhannya. Gejala fisik yang dapat terlihat dalam pengamatan yaitu terhambatnya pertubuhan akar, batang, daun yang kerdil dan terjadi gejala klorosis serta nikrosis pada bagian organ tanaman. Meskipun kekurangan unsur hara berakibat pada terganggunya fungsi dan pertumbuhan tanama. Gejala yang umum ditemukan adalah gejala yang tampak pada bagian tajuk tanaman, karena mudah diamati dan dapat memberikan manfaat bagi petani dalam melakukan pemupukan yang tepat dan praktis (Lakitan, 2012).
            Banyak unsur hara yang mudah dapat ditranslokasikan dari daun yang berumur tua kedaun yang masih muda dan organ penampung. Unsur hara ini yang berupa antara lain adalah nitrogen, magnesium, kalium, klor, belerang, dan fosfor. Selain itu unsur hara juga ada beberapa macam yang tidak dapat atau sulit untuk ditranslokasikan seperti kalsium, boron dan besi, sedangkan untuk unsur hara seperti mangan, tembaga masih tergolong dalam kategori sedang. Perbedaan dari dua macam sifat unsur ini maka dapat diketahui bahwa gejala yang ditimbulkan tanaman saat kekeurangan hara juga akan berbeda, dimana untuk unsur hara yang mudah ditraslokasikan akan menunjukkan gejala yang berawal dari daun yang lebih tua dan sebaliknya jika kekurangan unsur hara yang sulit untuk ditraslokasikan maka gejala yang tampak terdapat pada daun yang masih muda (Lakitan, 2012).
            Menurut Shellp (1987), Mattason dan Schjoerring (2002),  Abdolzadeh et al (2008) menyatakan, Nitrogen merupakan unsur hara yang berada dialam dan paling dinamis. Ketersedian unsur N yang terdapat di tanah dipengaruhi oleh keseimbangan antara input dan output dalam suatu sistem tanah. Unsur N bersifat mudah hilang dari tanah akibat proses volatilasi aatu perkolasi air tanah, mudah berubah bentuk, dan mudah pula diserap tanaman. Menurut Shellp (1987), Delvian (2006) menyatakan kekurangan unsuh hara N dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman sehingga dapat menyebabkan kekerdilanyang disertai dengan berubahnya warna daun menjadi kuning dan dapat mempengaruhi penyerapan unsur hara yang lainnya seperti P, dan K (Suwandi, 2009).
            Menurut Friensen et al (1980) menyatakan, Ada beberapa faktof yang dapat mempengaruhi hilangnya suatu unsur hara mikro didalam tanah yaitu diantarannya adalah peningkatan hasil panen, kehilangan unsur mikro yang dikarenakan akibat dari pencucian, pengapuran, dan meningkatnya keaslian pupuk buata. Menurut Sims (1986) menyatakan bahwa menurunnya produktifitas tanaman yaitu karena kekurangan suatu unsur hara mikro. Salah satu contohnya adalah kekahatan unsur hara Zn. Kekahatan unsur hara Zn sering terjadi ditemui di daerah yang memiliki tanah alkali yang ber pH tinggi, berkapur dan KTK masih rendah. Kekahatan Zn memiliki ciri yang dapat dilihat dari gejala yang ditimbulkan seperti pendeknya ruas batang, dedaunan menjadi kerdil, dan klorosis yang terdapat pada rat daun (Juliati, 2008).
            Tanaman akan dapat tumbuh dan berproduksi hingga tanaman menyelesaikan daur hidupnya sampai sempurna. Dalam mendukung pertumbuhan tanaman, maka tanaman membutuhkan banyak macam unsur hara esensial, yaitu tanaman biasnya membutuhkan unsur hara sebanyak enambelas unsur hara diantaranya yaitu hara makro maupun unsur hara mikro. Unsur hara makro selalu dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang cukup besar dibandingkan dengan unsur hara mikro yang hanya dibutuhkan hanya sedikit (Sumarji, 2013
).
              Pemupukan merupakan salah satu faktor terpnting dalam budidaya tanaman. Pemupukan dapat mempengaruhi tanaman dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan dan produksifits tanaman. Pupuk yang mempunyai unsur hara N,P,K memiliki pengaruh yang sangat nyata pada tumbuhan, unsur N dapat berpengaruh terhadap daun maupun bunga sehingga pertumbuhan menjadi optimal dan berkeang lebih baik. Sedangkan untuk unsur K yaitu memiliki fungsi sebagai aktivator enzim dalam translokasi gula dan fotosintesis (Handajaningsih dan Wibisono, 2009).
            Kelebihan unsur hara bagi tanaman juga tidak mempunyai kebaikan apapun akan tetapi malah dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, yaitu dimana yang dapat menimbulkan suatu gejala pada tanaman sepeti keracunan unsur hara yang biasa terjadi yaitu tanaman keracunan unsur hara mikro seperti Aluminium, Seng, Fe, dan Mn. Kerscunan ini terjadi karena pengaruh dari kondisi tanah yang terlalu asam (Rukmana, 2005).



















BAB 3 METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum Klinik Tanaman acara 1 “ Identifikasi Gejala Defisiensi dan Kelebihan Unsur Hara Mikro pada Tanaman “ dilaksanakan pada hari Kamis, 11 April 2013 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Jember.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1.      Aquades
2.      Botol suntik
3.      Beaker glass
4.      Polibag (60x40)
5.      Erlenmeyer
6.      Pipet volume
7.      Gelas ukur
8.      Batang pengaduk
9.      Bibit terong
10.  Pasir steril

3.2.2 Bahan
1.      Larutan Yoshida dengan kompisi berikut, NH4NO3 22,868 g; NaH2PO4.HzO 1,78 g; KCl 15,253 g; CaCl2 11,098 g; MgSO4 40,542 g; ZnSO4.5H2O 3,772 g; (NH4)6Mo7O24.4H2O 0,608 mg; MnSO4.4H2O 2,006 mg; H3BO3 1,1439 mg; CuSO4 0,000255 mg dan masing-masing dilarutkan dalam 1 liter aquades, Al2(SO4)3. 18H2O

3.3 Cara Kerja
1.      Menyiapkan polibag yang telah dilubangi bagian bawahnya, kemudian isi dengan pasir steril.
2.      Menyiapkan larutan Yoshida yang diambil dari larutan stok, untuk perlakuan defisiensi dilakukan dengan mengurangi salah satu unsur hara yang akan diidentifikasi, sedangkan unutk perlakuan kelebihan dilakukan dengan menambah salah satu unsur yang diidentifikasi.
3.      Menyiapakan bibit tanaman dan mencuci akar sampai kotoran hilang, menanam bibit yang telah disiapkan kedalam polibag.
4.      Memberikan larutan nutrisi dengan melakukan metode tetes menggunakan botol infus.
5.      Mengatur kecepatan tetesan agar tanaman tidak kekurangan maupun kelebihan.
6.      Melakukan pengetesan pH 4,5 pada cairan nutrisi sebelum diberikan pada tanaman.
7.      Melakukan pemeliharaan dan pemberantasan hama penyakit yang mungkin menyerang.









DAFTAR PUSTAKA
Handajaningsih Dan Wibisono.  2009. Pertumbuhan Dan Pembungaan Krisan Dengan Pemberian Abu Janjang Kelapa Sawit Sebagai Sumber Kalium. Akta Agrosia 12(1): 8 – 14

Jumin, H. 2010. Dasar-Dasar Agronomi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Lakitan, B. 2012. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Rukmana, R. 2005.  Jeruk Besar Potensi Dan Prospeknya. Kanisius. Yogyakarta.

Sarief, S. 1998. Kesuburan Dan Pemupukaan Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung.

Suwandi. 2009. Menakar Kebutuhan Hara Tanaman Dalam Pengembangan Inovasi Budi Daya Sayuran Berkelanjutan. Pengembangan Inovasi Pertanian 2(2): 131-147

S, Juliati. 2008. Pengaruh Pemberian Zn Dan P Terhadap Pertumbuhan Bibit Jeruk Varietas Japanese Citroen Pada Tanah Lnseptisol. Hort 18 : 409-419.

Sumarji. 2013. Pengaruh Waktu Pemupukan Dan Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (Ppc) Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Padi (Oriza Sativa L) Varietas Ciherang. Manajemen Agribisnis, 13 (1) : 83-89.













BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 1. Tinggi Tanaman Terong (cm)
Perlakuan
Ul
Hari ke-

0
3
6
9
12
15
18
21
24
27

kontrol
1
11,5
12
13
15,5
18
18,8
19,4
19
26
28

2
12,4
14
17
17
18
20,6
20,6
24
22,2
28

+Fe
1
9,5
10
14
14,3
20
20,8
20,8
17
16,8
18

2
9,4
10
14
14,8
15
16,2
16,8
18
18,6
19

-Fe
1
11,2
12
14
13,8
15
15,8
15
16
19,5
20

2
10,9
12
13
13,4
15
15
15
16
16,1
19


Tabel 2. Jumlah Daun (helai)
Perlakuan
Ul
Hari ke-
0
7
14
21
28
kontrol
1
2,5
3,25
3,5
5
5
2
2,5
3,5
4
5,5
4,5
+Fe
1
2,5
2
2
2,5
3
2
3
2
2,5
3
5
-Fe
1
3
3
3
4,5
6
2
3
3
3,5
4
5

Tabel 3. Panjang Daun (cm)
Perlakuan
Ul
Hari ke-
0
7
14
21
28
kontrol
1
4,7
6,5
7
8,05
11,25
2
4
6,7
7,5
8,95
10,4
+Fe
1
2,65
5
2,75
3,87
3,3
2
2,4
4,3
4,75
6,2
7,9
-Fe
1
2,7
8
8
3,1
3,65
2
2,9
7,9
8,05
10,25
10,6




Tabel 4. Lebar Daun (cm)
Perlakuan
Ul
Hari ke-
0
7
14
21
28
kontrol
1
3,35
4,60
4,8
6,4
8,5
2
3,4
5,5
6
7,15
9
+Fe
1
2
4,3
4,5
2,5
5
2
1,9
3,5
4
5,65
9,8
-Fe
1
5,1
4,1
4,3
2,2
2,7
2
3,5
4
4,5
7,33
9

4.2 Pembahasan
            Tanah merupakan suatu sistem yang berperan sebagai sumber kehidupan suatu tanaman dalam memenuhi kebutuhan air,udara dan unsur hara. Unsur hara berpengaruh terhadap pertumbahan, perkembangan dan produksi tanaman yang optimal apabila unsur hara dalam jumlah yang cukup dan sesuai untuk kebutuhan tanaman. Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang sedikit. Unsur hara mikro termasuk dalam unsur hara esensial yaitu suatu unsur hara yang sangat penting dalam tanaman unsur hara esensial diguakan tanaman untuk menyelesaikan siklus hidupnya dan keberadaan unsur hara esensial tidak dapat digantikan oleh unsur hara yang lainnya.  Unsur hara mikro memiliki peranan yang tidak kalah penting dari unsur hara makro dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Adanya kekurangan pada salah satu unsur mikro dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman dan sebaliknya. Kebutuhan unsur hara mikro setiap jenis tanaman berbeda-beda satu sama lainnya, dengan demikian apabila tanaman kelebihan unsur hara mikro dalam jumlah sedikit akan menyebabkan keracunan pada tanaman, sehingga pemberian unsur hara mikro pada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut.
Unsur hara mikro mempunyai kelebihan dan kelemahan. kelebihan dari unsur hara mikro ini adalah dibutuhkan tanaman hanya dalam jumlah sedikit selain itu unsur hara mikro dapat diberikan dengan cara disemprot pada daun karena unsur hara akan mudah diserap oleh daun melalui lubang ectodesmata, sedangkan untuk kelemahannya atau kendala jika diberikan pada tanaman melalui daerah perakaran atau dalam tanah. Ketersediaan unsur hara mikro di dalam larutan tanah sangat tinggi jika berada pada kondisi tanah yang mempunyai pH rendah, selain itu kation-kation dari unsur hara mikro ini berada didalam dalam suatu bentuk yang dapat dipertukarkan dan dalam fraksi organik. Pengapuran pada tanah dapat berpengaruh terhadap ketersediaan unsur hara mikro. Penambahan kapur pada tanah dapat menyebabkan suatu penurunan kelarutan unsur hara mikro yang disebabkan oleh terjadinya peningkatan pH , hal ini menyebabkan terjadinya pengendapan unsur hara mikro di dalam tanah. Pengapuran yang berlebihan juga dapat menyebabkan tanaman mengalami kekurangan akan unsur hara mikro yaitu berupa unsur hara mikro Fe, Mn, Cu, dan Zn, hal ini dikarenakan adanya peningkatan nilai pH di dalam tanah menyebabkan bentuk kation berubah menjadi hidroksida yang tidak larut.
            Mikronutrien adalah nutrien yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit.Unsur hara mikro terdiri dari Fe, Cu, Mn, Zn, B, Mo, dan Cl. mekanisme penyerapan unsur hara terdiri dari 2 tahap yaitu proses penyerapan unsur hara dengan energi aktif atau proses penyerapan hara yang memerlukan adanaya energi metabolik dan proses slektif yaitu proses yang terjadi secara selectif. sedangkan untuk mekanisme pendekatan air pada daerah perakaran yang sehingga dapat terserap oleh akar tanaman adalah dengan 3 cara yaitu :
1.        Aliran Massa
Aliran massa merupakan suatu mekanisme pergerakan unsur hra di dalam tanah yang menuju pada permukaan akar yang bersama dengan pergerakan massa air. Selama proses transpirasi yang terjadi pada tanaman masih berlangsung maka penyerapan air air oleh tanaman masih berlangsung, pergerkan massa air dari tanah yang menuju daerah perakaran tumbuhan juga membawa unsur hara yang terkandung di dalam air tersebut sehingga hal ini menyebabkan unsur hara ikut terbawa air yang diserap oleh akar tanaman.
2.        Difusi
Difusi merupakan penyerapan air dikarenakan adanaya perbedaan konsentrasi. Konsentrasi unsur hara pada permukaan akar tanah lebih rendah dibandingkan dengan konsentrasi  hara pada tanah. Hal ini disebab karena unsur hara yang berada didalam tanah sebagian telah diserap oleh akar tanaman. Perbedaan konsentrasi tersebut dapat menyebabkan terjadinya suatu proses difusi dari unsur hara yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi yang lebih rendah.
3.        Intersepsi Akar
Intersepsi akar merupakan suatu proses gerakan perpanjagan akar dari tanaman itu sendiri dengan tujuan dapat memperpendek jarak daearah perakatran dengan keberadaan unsur hara didalam tanah dalam proses penyerapan hal ini akan memudahkan tanaman untuk memperoleh unsur hara.
Unsur hara mkro ini mempunyai fungsi,bentuk tersedia yang berbeda-beda yaitu diantaranya adalah :
1.        Besi (Fe)
Besi atau Fe merupakan suatu unsur hara mikro yang diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion feri atau Fe3+, fero atau Fe2+. Mekanisme penyerapan Fe adalah melalui aliran massa serta intersepsi akar merupakan suatu asimilasi hara yang ada dalam larutan pori tanah yang berisi akar anaman, dan singgungan akar dengan oksida-oksida besi. Fungsi unsur hara Fe bagi tanaman adalah sebagai pelaksana pemindahaan elektron dalam proses metabolisme, membentuk klorofil, sebagai aktifator dalam proses biokimia dalam tanaman, pembentukan enzim, dan berperan dalam proses fisiologis tanaman yaitu proses pernafasan. Defisiensi unsur hara Fe pada tanaman menyebabkan semakin tingginya kadar asam amino pada daun dan dapat menurunkan jumlah ribososm pada tanaman. Selain itu daun akan menguning dan akhirnya akan mati yang berawal dari pucuk tanaman.
2.        Mangaan (Mn)
Mangaan atau Mn dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Mn2+. Mn yang berada didalam tanaman tidak dapat bergerak atau beralih tempat dari organ satu ke organ yang lainnya dalam satu tanaman. Manggan terdapat dalam tanah berbentuk senyawa oksida, karbonat dan silikat. Mangaan atau Mn memiliki fungsi yang penting untuk tanaman yaitu sebagai penyusun ribosom dan juga mengaktifkan polimerase, sistem protein, karbohidrat. Selain itu juga berperan sebagai activator bagi sejumlah enzim utama dalam siklus krebs, dibutuhkan untuk fungsi fotosintetik da sintesis klorofil. Gejala difisiensi unsur hara Mn pada tanaman adalah daun menjadi lebar, terjadi klorosis pada daun muda yang menyebar sampai ke daun yang lebih tua, ada bercak-bercak berwarna keabu-abuan sampaidengan kecoklata, dan garis-garis pada bagan tengah dan pe=angkal daun muda.
3.        Seng (Zn)
Seng atau Zn diserapoleh tanaman dalam bentuk ion Zn2+ . Fungsi dari Zn pada tanaman adalah memberi dorongan terhadap pertumbuhan tanaman karena dapat untuk membentuk hormon tumbuh, perpanjangan sel dan ruang batang, enggaktifa enzim. Keadaan Zn menurun dengan naiknya pH, pengapuran yang sangat berlebihan sering menyebabkan menurunnya ketersediaan Zn dalam tanah. Tanah yang memiliki pH tinggi sering mengakibatkan gejala difisiensi unsur hara Zn pada tanaman. Gejala yang ditimbulkan akibat dari defisiensi Zn adalah tanaman tumbuh kerdil, ruas-ruas batang memendek, daun mengecil, terjadi lorosis pada daun muda dan terjadinya nekrosis.
4.        Tembaga (Cu)
Tembaga atau Cu dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Cu2+. fungsi dan peran Cu pada tanaman adalah menggaktifkan enzim pada tanaman, berperan dalam metabolisme proten, dan karbohidrat, perkembangan tanaman generatif, fiksasi N secara simbiosis dan penyusunan lignin. Gejala difisiensi yang disebabkan oleh Cu adalah menimbulkan pembungaan dan pembuahan atau fase generatif terganggu, warna daun menguning diawali pada daun muda dan tumbuhan menjadi kerdil, daun menjadi lemah, layu dan pucuk daun mengering serta batang dan tangkai daun menjadi lemah.
5.        Mobibden (Mo)
Mobilden diserap tanaman dalam bentuk ion MoO4-. Unsur hara ini memiliki sifat toksik pada tanaman amaupun organisme lainnya. Mo akan mengalami pengendapan apabila dalam larutan tersedia cukup Ca2+, Pb2+, Cu2+ atau Fe2+ dan jika keadaan suatu lingkungan kahat oksigen dapat membentuk ilsemenit. Anion Mo diserap oleh akar tanaman dengan cara transpor aktif. fungsi dari Mo bagi tanaman adalah mengaktifkan enzim nitroganase, nitrat,  untuk membangun asam amino,sebagai pengikat nitrogen, untuk membentuk protein. Gejala defisiensi Mo pada tanaman adalah dimulai dari daun tengah dan daun bawah.Daun akan menjadi kriting dan layu, tepi daun menggulung, dan daun menjadi sempit gejala berkelanjutan menyebabkan tulang daun menjadi hijau tua dan dominan.
6.        Boron (B)
Unsur hara boron diserap dalam bentuk anion BO3+. Ada dua tahap penyerapan ion boron ini yaitu proses serapan cepat dan proses serapan lambat. Serapan lambat berlangsung setelah serapan cepat mencapai arus jenuh. Serapan lambat merupakan serapan metabolis yang memasukan ion BO3 dalam sel jaringan tanaman. Boron didalam tanah berupa ion borathidrat B(OH)4-. Pelapukan batuan yang mengandung boron akan dapat menghasilkn borat, penyerapan ion borat dari larutan tanah dapat dilakukan oleh pelikan-pelikan dan sekioksida, penjerapan ini sangat tergantung pada keadaaan pH tanah. Boron mempunyai fungsi dalam tumbuhan yaitu adalah berperan dalam metabolisme asam nukleat, karbohidrat, protein, fenol dan auksin. Selain itu juga berperan dalam pembelahan,pemanjangan dan diferensiasi sel, permeabilitas membran dan perkecambahan serbuk sari. Gejala difesiensi unsur hara mikro ini adalah pertumbuhan terhambat pada jaringan meristematik, pucuk pada tanaman mati,mobilitas renda, buah yang sedang berkembang sangat rentan dan mudah terserang penyakit.
7.        Klor (Cl)
Klor merupakan suatu unsur hara yang dapat diserap oleh akar tanaman dalam bentuk ion Cl-  selain itu juga dapat diserap dalam bentuk gas ataupun larutan oleh bagian atas tanaman seperti daun. Keberadaan Klor di dalam tanah tidak diikat oleh mineral sehingga unsur ini sangan mobail dan mudah tercuci oleh air draiase. Sumber Klor di alam didapatkan dari air hujan sehingga jika musim hujan tanaman sering mengalami kelebihan unsur Cl. Klor mempunyai fungsi bagi tanaman sebagai pemindah hara tanaman, meningkatkan osmose sel, mencegah kehilangan air yang tidak seimbang,memperbaiki penyerapan ion lain.
Kekurangan Cl menyababkan tanaman mengalami gangguan yaitu pertumbuhan daun yang kurang normal, menimbulkan perubahan akar yang tertekan, daun layu dan berwarna kuning atau klorosis.
            Besi atau Fe merupakan unsur yang terkandung di dalam tanah. Besi yang berada didalam tanah berasal dari pelapukan Fe silikat dan Fe oksida yang dapat menghasilkan suatu kation-katio Fe3+ yang merupakan kation reaktif, kation tersebut akan mengalami reduksi oleh kandungan karbondioksida dalam larutan pelapkan sehingga menjadi kation Fe2+ yang dibutuhkan oleh tanaman. Fungsi dari Fe untuk tanaman adalah untuk pembentukan korofil, sebagai aktifator dalamproses biokimia dadalam tanaman dan pembentukan beberapa enzim yang penting untuk tanaman.  Selain fungsi unsur hara Fe memiliki peranan yang begitu penting yaitu pada proses-proses fisiologi tanaman salah satunya yaitu yang berupa proses pernafasan tanaman. Unsur hara besi atau Fe yang diberikan kepada tanaman apabila terjadi kekurangan maupun kelebihan suatu unsur tersebut dapat menyebabkan atau timbulnya gejala-gejala pada tanaman diantarannya adalah sebagai berikut :
8.        Gejala kekurangan unsur hara Fe pada tanaman
Kekuranag ketersediaan zat besi oleh tanah disebabkan oleh karena tidak seimbangnya ketersediaan zat Fe dengan Ca pada tanah,zat kapur pada tanah tersebut terkandung lebih banyak dibandingkan dengan Fe. Gejala difisiensi unsur hara Fe yaitu gejala yang tampak pada daun muda berwarna hijau pucat atau hijau kekuning-kuningan, sedangkan tulang daun tetap berwarna hijau, serangan lanjut tulang daun berubah menjadi warna kekuningan bahkan ada yang berwarna menjadi putih,  dan tanaman dapat mati jika yang diawali dari pucuk tanaman.
9.        Gejala kelebihan unsur hara Fe pada tanaman
Kelebihan unsur hara Fe juga menyebabkan tanaman tidak tumbuh dan berkembang dengan baik. pemberian pupuk yang mengendung Fe lebih tinggi dari yang dibutuhkan oleh tanaman menyebabkan terjadinya nekrosis pada tanaman yang ditandai dengan munculnya gejala bintik-bintik hitam pada daun tanaman.
            Dari data hasilpraktikum yang telah didapatkan selama praktikum bahwa hasil yang menunjukkan pertumbuhan tanaman terong yang paling baik dan bagus yaitu pada perlakuan kontrol, hal ini dikarenakan bahwa unsur hara mikro adalah unsur hara yang tidak diperlukan tanaman dalam jumlah banyak, tanaman hanya membutuhkan unsur hara mikro dalam jumlah yang sedikit sehingga perlakuan kontrol lebih baik dibandingkan dengan perlakua yang ditambah unsur hara Fe dan yang dikurangi Fe nya setiap minggunya, sehingga hal ini menyebabkan tanaman akan terganggu dalam masa pertumbuhannya. Semua perlakuan dari praktikum kali ini pertumbuhan tanaman setiap harinya mengalami pertumbuhan yang selalu menngkat meskipun peningkatan tersebut sedikit. Perlakuan kontrol menunjukan hasil tinggi tanaman lebih tinggi yaitu pada hari ke-27 adalah 28cm dan 28cm, sedangkan untuk perlakuan +Fe yaitu 18cm, dan 19cm, dan untuk perlakuan –Fe yaitu 20cm dan 19cm. Perlakuan dengan memberikan unsur hara Fe lebih banyak menyebabkan terjadinya gejala nekosis pada tanaman terong tersebut yang ditandai dengan adanya bercak atau bintik-bintik hitam pada daun tanaman tersebut. Sehingga hal ini perlua adanya penambahan unsur mikro yang seimbang dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh tanaman tersebut. Berikut adalah grafik dari hasil pengamatan praktikum yang berkaitan dengan tinggi tanaman.
Grafik 1.1 Tinggi Tanaman Terong Ulangan 1
Grafik 1.2 Tinggi Tanaman Terong Ulangan 2
Jumlah daun dari perlakuan kontrol, +Fe dan –Fe pada hari ke 28 berturut-turut adalah 5, 4,5 3, 5, 6,dan 5. sedangkan untuk panjang daun hasil yang menunjukkan daun yang paling panjang pada hari ke 28 adalah pada perlakuan kontrol yaitu 11,25 cm dan 10,4 cm, dibandingkan dengan perlakuan yang lainnya yaitu pada perlakuan +Fe yaitu sebesar 3,3 cm dan 7,9 cm,selain itu untuk perakuan yang –Fe yaitu 3, 65 cm dan 10,6 cm. Selain parameter tersebut juga terdapat parameter lebar daun tanaman terong yaitu pada perlakuan kontrol lebar daun lebih luas dibanding dengan yang lainnya, setiap minggu pengamatan pertumbuhan taaman selalu mengalami peningkatan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun dan lebar daun. Lebar daun untukperlakuan kontrolpada hari ke 28 adalh sebagai berikut 8,5 cm dan 9 cm. Sedangkan untuk +Fe dan –Fe berturut-turut adalah 5 cm, 9,8 cm, 2,7 cm dan 9 cm. pH tanah sangat mempengaruhi ketersediaan unsur hara mikro didalam tanah sehingga perlu adanya pengaturan peha untuk mencapai pH yang netral sehingga unsur hara dapat diserap oleh tanaman. Dari data hasil praktikum yang telah dilaksanakan bahwa pengaruh pemberian unsur hara mikro menunjukkan perlunnya ketersedian unsur hara mikro oleh tumbuhan dalam mendukung proses pertumbuhannya sehingga mampu tumbuh optimal. Tanaman yang kekurangan Fe pada praktikum kali ini menunjukkan gejala klorosis pada daun sedangkan untuk kekurangan Fe mengalami nekrosis, terganggunya tanaman ini menunjukkan juga bahwa adanya penyempitan luas daun atau semakin kecilnya pertumbuhan daun. Berikut ini adalah grafik dari jumlah daun, tinggi daun dan lebar daun dalam pertumbuhannya.
Grafik 1.3 Jumlah Daun Terong Ulangan 1
Grafik 1.4 Jumlah Daun Terong Ulangan 2
Garfik 1.5 Panjang Daun Terong Ulangan 1
Garfik 1.6 Panjang Daun Terong Ulangan 2
Grafik 1.7 Lebar Daun Terong Ulangan 1
Grafik 1.8 Lebar Daun Terong Ulangan 2
            Rekomendasi dari kekurangan dan gejala yang ada dalam tanaman terong yang mengalami defisiensi Fe adalah :
1.        Pemupukan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara mikro, harus dilakukan pemupukan tambahan dengan memberikan sebuah pupuk pelegkap untuk memperbaiki kandungan unsur hara di dalam tanah. Selain itu juga dapat menggunakan pupuk campuran yang didalam pupuk tesebut sudah mengandung unsur hara makro maupun mikro, selain itu apabila organ perakaran tanaman mengalami gangguan dalam penyerapan unsur hara, unsur hara mikro dapat diaplikasikan melalui daun.
2.        Perlunya pengaturan pH tanah, karena pH tanah sangat berpengaruh terhadap tingkat ketersediaan unsur hara mikro untuk tanaman, sehingga pengaturan pH harus diperhatikan. Unsur hara tanah akan tersedia dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman apabila pH tanah berkisar netral. Oleh sebab itu apabila pH tanah rendah maka dapat dinaikkan dengan menggunakan kapur dan jika pH tanah tinggi maka dapat diturunkan dengan menggunakan penambahan blerang pada tanah.






















BAB 5. KESIMPULAN
5.1  Kesimpulan
1.        Unsur hara mikro adalah unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah sedikit untuk mendukung siklus hidup tanaman.Unsur hara mikro terdiri dari besi atau Fe, mangaan atau Mn, mobibden atau Mo, boron atau B, tembaga atau Cu, klor atau Cl, dan seng atau Zn.
2.        Mekanisme penyerapan unsur hara mikro terjadi melalui 3 tahapan yaitu aliran massa, difusi dan Intersepsi akar. Unsur hara besi memiliki fungsi untuk pembentukan korofil, sebagai aktifator dalamproses biokimia dadalam tanaman dan pembentukan beberapa enzim yang penting untuk tanaman.
3.        Defisiensi unsur hara besi yaitu terjadinya klorosis pada daun dan tulang daun dab tanaman akan mati yang diawali dari pucuk tanaman. Kelebihan unsur hara menyebabkan gejala nekrosis pada tanaman dan timbulnya bintik-bintik hitam pada daun.
4.        Utuk mengatasi gejala kekurangan unsur hara besi dapat direkomendasikan dengan cara memberikan pupuk campuran yang didalamnya mengandung unsur hara makro dan mikro, selain itu pengaturan pH tanah.

5.2 Saran
            Dalam melakukan praktikum seharusnya saat pengamatan praktikan harus datang semua untuk menghitung parameter 3 hari sekali agar tidah hanya satu orang itu saja yang aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar