coursor

Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Sabtu, 18 Mei 2013

LAPORAN PROTAN 1 JAGUNG



BAB 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Tanam adalah cara berbudidaya menanam sesuatu yang bisa hidup dan disesuaikan dengan daerah kondisi dan ligkungan serta keadaan sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang menguntungkan minimal bagi pribadi yang menanam. Sedangkan pola tanam adalah usaha penanaman pada sebidang lahan dengan mengatur susunan tata letak dan tata urutan tanaman selama periode waktu tertentu, termasuk masa pengolahan tanah dan masa baru atau tidak ditanam selama periode tertentu. Didalam pola tanam terdapat berbagai jenis yaitu tumpangsari, monokultur dan pola tanam bergilir.
Tanaman jagung merupakan tergolong tanaman C4 dan mampu beradaptasi dengan baik pada faktor pembatas pertumbuhan dan produksi. Jagung merupakan kebutuhan yang cukup penting bagi kehidupan manusia dan hewan. Jagung mempunyai kandungan gizi dan serat kasar yang cukup memadai sebagai bahan makanan pokok pengganti beras. Selain sebagai makanan pokok, jagung juga merupakan bahan baku makanan ternak.
Budidaya jagung harus memperhatikan beberapa faktor umum, seperti halnya budidaya tanaman pangan lain. Faktor umum yang harus diperhatiakan antara lain seperti faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal menyangkut sifat genetis yang terkandung pada tanaman yang akan dibudidayakan. Faktor genetis pada tanaman yaitu keunggulan-keunggulan tertentu yang dimiliki oleh tanaman itu sendiri, seperti genetis yang mendukung jumlah produksi tanaman, mendukung tanaman agar toleran terhadap faktor biotik dan abiotik yang kurang menguntungkan, atau mendukung hal-hal lain. Sedangkan faktor eksternal mencakup keadaan lingkungan di sekitar tempat tanaman tumbuh, baik itu lingkungan biotik yang biasanya dikaitkan dengan organisme - organisme lainnya yang berasosiasi dengan tanaman, baik itu asosiasi yang bersifat mutualisme maupun parasistisme. Lingkungan lainnya yaitu abiotik, seperti keadaan cuaca atau iklim, intensitas cahaya, curah hujan, pH tanah, keadaan keharaan tanah dan lain sebagainya. Menurunnya produksi jagung disebabkan oleh banyak hal salah satunya tehnik budidaya tanaman yang tidak sesuai, pemilihan benih yang tidak memiliki karakter yang baik, pemeliharaan, pemupukan yang tidak tepat, sehingga dapat menyebabkan tanaman mengalami hambatan dalam pertumbuhannya dan perkembangannya, oleh karena itu praktikum teknik produksi tanaman jagung perlu diadakan guna untuk meningkatkan produksi tanaman tersebut.

1.2  Tujuan
1.      Untuk mengetahui dan menghitung produktivitas tanaman jagung.
2.      Untuk mengetahui tehnik budidaya tanaman jagung yang baik sesuai dengan kondisi tanah.





















BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
Budidaya tanaman jagung memiliki ancaman dalam bercocok tanam yaitu adanya penyakit bulai. Tanaman jagung memiliki beberapa macam varietas yaitu jagung berondong ( Zae mays everta ) merupakan jagung tipe mutiara tetapi bijinya terdiri atas pati keras, jagung tepung ( Zea mays amylaceae ) merupakan jagung yang bijinya terdiri dari pati lunak, dan jagung polong ( Zea mays tunicate ) ( Hukmana, 2006 ).
Jagung (Zea mays L.) adalah anggota dari keluarga rumput (Gramineae). Ini berasal dari Selatan dan Tengah America. Itu diperkenalkan ke Afrika Barat oleh Portugis pada abad ke-10. Jagung merupakan salah satu yang paling penting biji bijian di Nigeria, tidak hanya atas dasar yang jumlah petani yang terlibat dalam budidaya, tetapi juga nilai ekonomisnya. Jagung adalah sereal penting utama yang dibudidayakan di hutan hujan dan padang rumput yang diturunkan
zona Nigeria ( A. J, Oladejo dan O. M, Adetunji, 2012 )
Untuk penanaman komersial, jagung diperbanyak dengan biji (benih). Mengingat sifat tanaman jagung yang mudah menyerbuk silang, benih yang digunakan harus memiliki sifat yang benar (true seed). Hasil tanaman sebelumnya terutama hibrida tidak dianjurkan sebagai benih pada pertanaman berikutnya karena akan menurun sifat unggulnya ( Hukmana, 2006 ).
Perakaran jagung saat kecambah adalah akar radikal. Pada pertumbuhan selanjutnya, akar tersebut digantikan oleh akar lateral. Sejenis akar udara akan tumbuh dari buku kedua atau ketiga diatas permukaan tanah pada saat tanaman berumur lebih dari 5 minggu ( Purwono dan Purnamawati, 2007 ).
Persyaratan tanah yang ideal untuk tanaman jagung daianaranya adalah ph 5,6 – 7,5 dan berdrainase baik, jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain andosol (berasal dari gunung berapi), latosol, grumosol, dan tanah berpasir. Tanah dengan tekstur lempung / liat ( latosol) berdebu merupakan tanah terbaik untuk pertumbuhannya ( Purwono dan Purnamawati, 2007 ).
Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerah  daerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis. Pada lahan yang tidak berririgasi pertumbuhannya memerlukan cuah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan secara merata. Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari, jika ternaungi maka pertumbuhannya akan terhambat. Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21 – 34 0C ( Purwono dan Hartono, 2007 ).
Variabilitas iklim dan perubahan berperan langsung dalam budidaya tanaman jagung, sering merugikan, pengaruh pada kuantitas dan kualitas produksi pertanian. Iklim suatu daerah sangat berhubungan dengan vegetasi dan dengan ekstensi jenis tanaman yang dapat dibudidayakan. Suhu, curah hujan, kelembaban, sinar matahari (panjang hari) adalah iklim penting elemen yang mempengaruhi produksi tanam. Keseluruhan prediktabilitas dari unsur-unsur iklim sangat penting untuk hari-hari dan perencanaan jangka menengah pertanian operasi ( Sowunmi dan Akintola, 2009 ).
Tahapa – tahapan penanaman jagung ada beberapa tahapan yaitu pemilihan benih, pemupukan, dan pemeliharaan. Umumnya benih yang memiliki produktivitas yang tinggi yaitu benih yang telah bersertifikat ( Purwono dan Purnamawati, 2007 ).
Didalam bercocok tanam untuk memperoleh hasil panen yang optimal dan memuaskan diperlukan adanya pemeliharaan tanaman yaitu meliputi penyiraman, penyiangan, pemupukan dan penggemburan tanah, pemuliaan ini dikerjakan secara simultan artinya bahwa dalam melakukan proses penyiraman dapat juga melakukan proses penyiraman atau pemupukan ( Suwito, 2006 ).
Penggemburan tanah dari awal tanam hingga panen dapat dilakukan paling tidak dua kali atau menurut kondisi lahan, tujuan dari penggemburan ini adalah agar kondisi lahan menjadi hanggat, terjadi proses pergantian udara dalam tanah, menguapnya gas – gas beracun di dalam tanah dan agar akar tanaman dapat dengan mudah menembus tanah mencari makanan yag lebih banyak ( Suwito, 2006 ).
Cara pengolahan tanah untuk ditanami jagung pada umumnya adalah tanah dibersihkan dari rumput – rumputan atau gulma. Sisa – sisa tanaman dan gulma dibenamkan ke dalam tanah, kemudian tanah diolah dengan bajak atau cangkul sedalam 15 cm – 20 cm yang dilakukan berkali – kali sampai tanah cukup gembur dan lebih baik lagi bila tanah setelah dicangkul terus digaru atau diratakan ( Warisono, 2005 ).
Pembuatan lubang tanam untuk jagung tergantung pada kelengasan tanahnya. Bila tanah tersebut lengasnya cukup maka kedalamnnya 2,5 cm dan apabila keadaan tanahnya cukup kering maka kedalamannya tanamnya sekitar 5 cm ( Warisono, 2005 ).
Peranan cahaya sangat penting untuk kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan. Menurut Curry (1969) menyatakan peranan cahaya sangat penting dalam kelangsungan hidup tumbuh-tumbuhan. Kebutuhan akan cahaya khususnya untuk tumbuhan yang masih muda, pada kenyataannya bersifat spesifik menurut jenis dan tingkat umurnya. Oleh karena itu pengenalan sifat kebutuhan cahaya bagi pohon pada setiap tahapan pertumbuhannya merupakan informasi yang sangat penting dalam pengelolaan permudaan alam maupun dalam pemeliharaan bibit di persemaian ( Mawazi dan Suhaendi, 2008 ).
Menurut Darwis, (1988). .enyatakan bahwa pemanfaatan lahan diantara tanaman kelapa sebetulnya telah dilakukan oleh petani dengan berbagai jenis komoditas termasuk komoditas tanaman pangan seperti jagung ( Atman, 2007 ).
Menurut Sukandarrumimidi (1995), menyatakan bahwa gambut merupakan sisa timbunan tumbuhan yang telah mati dan diuraikan oleh bakteri anaerobic dan aerobik menjadi komponen yang lebih stabil. Selain zat organik yang membentuk gambut, juga terdapat zat anorganik dalam jumlah yang kecil. Zat organik yang terdapat pada gambut antara lain selulosa, lignin, dan humus. Unsurunsur pembentuk gambut antara lain karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), dan oksigen (O) ( Imaningsih, W, dkk, 2011 )
Zona ekologi rawa-rawa mangrove, hutan hujan, pegunungan hutan / padang rumput, yang berasal sabana, guinea savannah, Sudan sabana dan Sahel savannah. Rawa mangrove dan zona hutan hujan, dan bagian dari zona padang rumput yang diturunkan ditemukan di selatan bagian dari negara. Zona ini dicirikan oleh tingginya intensitas curah hujan, musim hujan yang panjang, vegetasi padat, kasar topografi dan kisaran suhu 26 - 28 º C dan kepemilikan pertanian kecil. Banjir dan erosi air adalah utama masalah produksi tanaman dalam zona. A yang cukup besar hektar lahan pertanian dan petani Sifat hilang tahunan untuk erosi air di bagian timur bagian dari negara. Jagung, singkong, ubi dan sayur sayuran adalah tanaman utama yang ditanam di zona ini (Sowunmi, F. A dan Akintola, J. O, 2009 ).
Menurut Mann (1986), menyatakan bahwa praktek manajemen mempengaruhi akumulasi organik tanah Isi L3C dari bahan organik tanah berkaitan erat masalah dengan mempengaruhi jumlah sisa tanaman kembali ke peduli membusuk. Perbandingan transformasi dibudidayakan dan unculti dari residu tanaman menjadi bahan organik tanah tanah vated telah menunjukkan penurunan bahan organik tanah dengan caltivation ( Gregorich, E. G, dkk, 2009 ).
Menurut Shull dan Timur (1910), menyatakan bahwa produksi jagung hibrida hanya menempatkan, adalah hasil dari persimpangan dua galur yang berbeda. Mereka mewakili generasi pertama yang berasal dari salib (F1). Mereka berbeda dari varietas galur murni dan terbuka menyerbuk varietas benih yang mereka hasilkan tidak akan disimpan dan ditanam kembali namun garis orangtua harus menyeberang setiap kali untuk menghasilkan benih baru ( Ayinde, dkk, 2011 ).
Menurut Kaat dan Darwis (1986), diversifikasi usahatani dengan menanam tanaman sela di antara kelapa sangat memungkinkan, bahkan hadirnya tanaman sela cenderung memberikan dampak yang positif terhadap produksi kelapa ( Atman, 2007 ).
Menurut Rosario (1983), secara umum produktivitas jagung yang ditanam diantara kelapa lebih rendah dibanding kondisi terbuka. Hal ini berkaitan dengan intensitas cahaya dan populasi tanaman yang tidak optimal. Namun demikian, penanaman jagung diantara tanaman kelapa dapat meningkatkan pendapatan petani ( Atman, 2007 ).





BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Perlakuan
(kel)
Minggu ke
Rerata tinggi tan.
Rerata
∑ daun
Rerata Diameter Batang
Rerata panjang akar
Rerata
∑ akar
1
(1 dan 4)
1
3, 85
4,1
4,17
85, 95
28,52
2
25,04
5,25
3
30,123
8
4
65,91
8,58
5
106,23
9,33
6
140,19
10,75
7
179,1
12,5
8
169,55
14,5
2
(2 dan 5)
1
8,25
4,75
8, 625
77, 83
31,1
2
27,54
5,25
3
55, 63
7,55
4
78, 93
9, 87
5
119, 93
10,08
6
143, 8
9,3
7
161,3
10,47
8
176,71
12,56
3
(3 dan 6)
1
4,05
1, 93
32,12
16,15
3,12
2
6,4
3,5
3
11,73
5,11
4
21,18
5,5
5
39
5,75
6
48,5
6, 87
7
57, 87
7,5
8
61
8,2
4.2 Pembahasan
Salah satu komoditi tanaman pangan yang dapat mengambil peran dalampembangunan sektor pertanian adalah komoditi jagung. Di Indonesia Jagungmerupakan komoditas pangan kedua setelah padi dan sumber kalori ataumakanan pengganti beras disamping itu juga sebagai pakan ternak. Kebutuhan jagung akan terus meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan peningkatantaraf hidup ekonomi masyarakat dan kemajuan industri pakan ternak sehinggaperlu upaya peningkatan produksi melalui sumber daya manusia dan sumber daya alam, ketersediaan lahan maupun potensi hasil dan teknologi.
Tanaman jagung mempunyai prospek yang baik jika dikelola secara intensif dan komersial. Permintaan pasar dalam negeri dan peluang ekspor komoditas jagung cenderung meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan. Disamping itu juga prospek pasar produksi jagung semakin baik, karena didukung oleh adanya kesadaran gizi dan diversifikasi bahan makanan pada masyarakat. Demikian juga untuk keperluan bahan baku industri rumah tangga seperti emping jagung, wingko jagung dan produk jagung olahan lainnya dan untuk keperluan bahan baku pakan ternak, serta untuk ekspor memerlukan produk jagung dalam jumlah yang besar. Keadaan ini merupakan peluang pasar yang potensial bagi petani dalam mengusahakan tanaman jagung. Terlebihlagi setelah ditemukan benih jagung hibrida yang memiliki banyak keunggulandibandingkan dengan benih jagung biasa. Keunggulan tersebut antara lain, masa panennya lebih cepat, lebih tahan serangan hama dan penyakit, sertaproduktivitasnya lebih banyak. Dengan demikian peningkatan produksi jagung baik kualitas maupun kuantitas sangat penting.
Jagung (Zea mays L) adalah tanaman semusim dan termasuk jenis rumputan/graminae yang mempunyai batang tunggal, meski terdapat kemungkinan munculnya cabang anakan pada beberapa genotipe dan lingkungan tertentu. Batang jagung terdiri atas buku dan ruas. Daun jagung tumbuh pada setiap buku, berhadapan satu sama lain. Bunga jantan terletak pada bagian terpisah pada satu tanaman sehingga lazim terjadi penyerbukan silang. Jagung merupakan tanaman hari pendek, jumlah daunnya ditentukan pada saat inisiasi bunga jantan, dan dikendalikan oleh genotipe, lama penyinaran, dan suhu. Pemahaman morfologi dan fase pertumbuhan jagung sangat membantu dalam mengidentifikasi pertumbuhan tanaman, terkait dengan optimasi perlakukan agronomis. Morfologi tanaman jagung didukung oleh komponen utamanya, yaitu akar, daun, batang, bunga, tongkol dan biji sehingga pertumbuhannya bisa optimal.
1.      Akar
Jagung mempunyai akar serabut dengan tiga macam akar, yaitu akar seminal, akar adventif, dan akar kait atau penyangga. Akar seminal adalah akar yang berkembang dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7-10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar kait atau penyangga adalah akar adventif yang muncul pada dua atau tiga buku di atas permukaan tanah. Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang.
2.      Daun
Bentuk ujung daun jagung yaitu runcing, runcing agak bulat, bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul. Berdasarkan letak posisi daun (sudut daun) terdapat dua tipe daun jagung, yaitu tegak (erect) dan menggantung (pendant). Daun erect biasanya memiliki sudut antara kecil sampai sedang, pola helai daun bisa lurus atau bengkok. Daun pendant umumnya memiliki sudut yang lebar dan pola daun bervariasi dari lurus sampai sangat bengkok. Jagung dengan tipe daun erect memiliki kanopi kecil sehingga dapat ditanam dengan populasi yang tinggi.
3.      Batang
Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang (pith). Genotipe jagung yang mepunyai batang kuat memiliki lebih banyak lapisan jaringan sklerenkim berdinding tebal di bawah epidermis batang dan sekeliling bundles vaskuler
4.      Bunga
Jagung disebut juga tanaman berumah satu (monoeciuos) karena bunga jantan dan betinanya terdapat dalam satu tanaman. Bunga betina, tongkol, muncul dari axillary apices tajuk. Bunga jantan (tassel) berkembang dari titik tumbuh apikal di ujung tanaman. Pada tahap awal, kedua bunga memiliki primordia bunga biseksual. Selama proses perkembangan, primordial stamen pada axillary bunga tidak berkembang dan menjadi bunga betina. Demikian pula halnya primordia ginaecium pada apikal bunga, tidak berkembang dan menjadi bunga jantan. Rambut jagung (silk) adalah pemanjangan dari saluran stylar ovary yang matang pada tongkol. Rambut jagung tumbuh dengan panjang hingga 30,5 cm atau lebih sehingga keluar dari ujung kelobot. Panjang rambut jagung bergantung pada panjang tongkol dan kelobot.
5.      Tongkol dan biji
Tanaman jagung mempunyai satu atau dua tongkol, tergantung varietas. Tongkol jagung diselimuti oleh daun kelobot. Tongkol jagung yang terletak pada bagian atas umumnya lebih dahulu terbentuk dan lebih besar dibanding yang terletak pada bagian bawah. Setiap tongkol terdiri atas 10 - 16 baris biji yang jumlahnya selalu genap. Biji jagung disebut kariopsis, dinding ovari atau perikarp menyatu dengan kulit biji atau testa, membentuk dinding buah. Biji jagung terdiri atas tiga bagian utama, yaitu pericarp, berupa lapisan luar yang tipis, berfungsi mencegah embrio dari organisme pengganggu dan kehilangan air, endosperm sebagai cadangan makanan, dan embrio (lembaga), sebagai miniatur tanaman yang terdiri atas plamule akar radikal.
Dalam berbudidaya tanaman seperti pada umunya dalam perumbuhannya terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor – faktor yang mempengaruhi tanaman jagung ada dua macam yaitu faktor lingkungan atau eksternal diantaranya adalah iklim cahaya, temperatur udara, air, angin, matahari dan gas), tanah tekstur dan struktur tanah, bahan organik, ketersediaan nutrien, dan pH), dan biologis gulma, serangga, mikroorganisme penyebab penyakit, nematode, dll). Cahaya sangat dibutuhkan tanaman untuk proses fotosintesis berdasarkan cahaya tanaman dibedakan beberapa macam diantaranaya tanaman berhari pendek, netral dan panjang. Dalam pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang optimal diperlukan adanya suhu ideal yang disebut temperatur optimum. Di Indonesia pada daerah tropis temperatur optimum tumbuhan berkisar antara 220 – 370 C. tanah dan udara sekitar yang kurang lembab (airnya cukup) akan sangat baik atau cocok bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, karena pada kondisi seperti itu tanaman menyerap banyak air dan penguapan (transpirasi) air semakin menurun, sehingga memungkinkan cepat terjadinya pembelahan dan pemanjangan sel-sel untuk mencapai ukuran maksimum. Unsur-unsur hara (nutrisi) dalam jumlah banyak yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang disebut unsur makro, misalnya C, O2, N, H, S, P, K, Mg. Adapun nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit disebut unsur mikro, misalnya Mn, Zn.tekstur tanah yang gembur dan yang mengandung bahan organik tinggi akan mendukung pertumbuhan tanaman jagung yang optimal.
Tanaman jagung digolongkan sebagai salah satu tanaman indikator untuk mengetahui ketersediaan hara dalam tanah, oleh karena itu untuk dapat tumbuh dan berkembangnya tanaman jagung secara optimal relatif dibutuhkan hara yang cukup, sehingga pemupukan merupakan salah satu faktor kunci bagi keberhasilan budidaya jagung. Pemberian pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik pada dasarnya adalah guna memenuhi kebutuhan hara yang diperlukan untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman. Untuk efisiensi pemberian pupuk maka pemupukan dilakukan secara berimbang, artinya pemberian berdasarkan kepada keseimbangan antara hara yang dibutuhkan oleh tanaman jagung berdasarkan sasaran tingkat hasil yang ingin dicapai dengan ketersediaan hara dalam tanah.
Dari data hasil pegamatan terdapat perbedaan hasil perkembangan dan pertumbuhan tanaman jagung pada tiga perlakuan yaitu perlakuan 1 dengan mencampur media tanam jagung menggunakan pupuk urea 450 kg/ha dimana 1/3 sebagai pupuk dasar dan 2/3 sebagai pupuk susulan pada 15 HST, perlakuan yang ke-2 pada media tanam jagung dicampur dengan menggunakan pupuk urea 200 kg/ha dan bahan organik 2% dimana 1/3 urea + BO sebagai pupuk dasar dan 2/3 Urea sebagai susulan pada 15 HST, dan pada perlakuan ke-3 media tanam untuk jagung tidak diberi campuran apapun atau merupakan perlakuan kontrol dan tanpa adanya pemberian pupuk selama 15 HST. Pemberian pupuk 15 HST serta pencampurn urea dan BO pada media tanam sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Pada perlakuan 1 didapati hasil untuk minggu terakhir yaitu minggu kedelapan rerata tinggi tanaman mencapai 169,55, rerata jumlah daun 14,05, rerata diameter batang 4,17, rerata panjang akar 85, 95 dan rerata jumlah akar 28,52. Untuk perlakuan 2 pada minggu terakhir didapati hasil untuk rerata tinggi tanaman mencapai 176,71, rerata jumlah daun 12,56, rerata diameter batang 8,625, rerata panjang akar 77,83 dan rerata jumlah akar 31,1. Sedangkan untuk perlakuan 3 yaitu kontrol hasil pada minggu terakhir adalah  rerata tinggi tanaman mencapai 61, rerata jumlah daun 8,2, rerata diameter batang 32,12, rerata panjang akar 16,15 dan rerata jumlah akar 3,12. Dari hasil ini maka dapat diketahui bahwa perlakuan yang terbaik ditunjukkan oleh perlakuan pertama yaitu dengan menggunakan urea 1/3 sebagai pupuk dasar dan 2/3 urea sebagai susulan pada 15 HST, dimana pertumbuhan pada tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya, hal ini dikarenakan pemberian pupuk yang tepat sehingga ketersedian unsur hara untuk tanaman terpenuhi sehingga pertumbuhan tanaman dapat tumbuh secara optimal, sedangkan untuk perlakuan 2 hasilnya tidak berbeda jauh dengan perlakuan 1, pada perlakuan 2 hanya terdapat urea 1/3 dari 200 kg/ha dan adanya tambahan 1/3 dari 2% BO hanya menambah unsur N sedikit akan tetapi BO dapat memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah sehingga keadan perakaran pada perlakuan 2 lebih baik dimana jumlah akar lebih banyak sehingga tanaman lebih kokoh dan karena BO mampu menahan air dalam tanah maka akar dapat mendapatkan air dengan mudah. Pemberian pupuk yang seimbang untuk penyedia unsur hara bagi tanaman sangat berpengaruh terhadap hasil pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Hal in ditunjukkan oleh perlakuan control dimana pertumbuhan tanaman jagung tidak optimal dan tinggi tanaman hanya mencapai 61 dan pada pertumbuhannya daunnya berwarna kuning hal ini menunjukkan bahwa pada tanaman jagung perlakuan kontrol kekurangan unsur hara N, sehingga daun menjadi kuning dan pertumbuhannya menjadi kerdil. Hal ini juga dapat dilihat pada grafik dibawah ini, dimana ditunjukkan bahwa ketersediaan unsur hara bagi tanaman sangat perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal.
























BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1  KESIMPULAN
1.      Pemberian pupuk yang seimbang untuk ketersedian unsur hara dalam tanah yang dibutuhkan oleh tanaman perlu diperhatikan untuk mendapatkan hasil produksi dan pertumbuhan yang optimal.
2.      Faktor – faktor yang mempengaruhi tanaman jagung ada dua macam yaitu faktor lingkungan atau eksternal diantaranya adalah iklim, tanah, dan biologis.
3.      Morfologi tanaman jagung didukung oleh komponen utamanya, yaitu akar, daun, batang, bunga, tongkol dan biji sehingga pertumbuhannya bisa optimal.
4.      Tanaman jagung mempunyai prospek yang baik jika dikelola secara intensif dan komersial. Disamping itu juga prospek pasar produksi jagung semakin baik, karena didukung oleh adanya kesadaran gizi dan diversifikasi bahan makanan pada masyarakat.
5.      Dari data hasil pengamatan perlakuan terbaik ditunjukkan oleh perlakuan 1 yaitu pemberian 1/3 urea dari 450 kg/ha sebagai pupuk dasar dan 2/3 sebagai pupuk susulan 15 HST.

5.2  SARAN
Praktikan seharusnya lebih sering mengamati dan merawat pertumbuhan jagung seperi menyiram, mebersihkan gulma agar tumbuhnya lebih baik lagi dari hasil sekarang.





DAFTAR PUSTAKA
A, J, Oladejo dan O. M, Adetunji. 2012. Economic Analysis Of Maize (Zea mays l.) Production In Oyo State Of Nigeria. Agricultural Science Research Journals 2(2) : 77 – 83.

Atman. 2007.  Tanaman Sela Jagung Dengan Kelapa. Jurnal Ilmiah Tambua 6(2) : 187 – 193.

Ayinde, T, dkk. 2011. Efficiency of Resource Use in Hybrid and Open Pollinated Maize Production in Giwa LGA of Kaduna State, Nigeria. American Journal Of Experimental Agricultur 1(3) : 86 - 95

Gregorich, E. G, dkk. 2009. Turnover of Organic Matter and Strage of Corn Residue Carbon Estimated From Natural 13C Abundance. Canadian Journal Of Soil Science.

Hukmana, R. 2006. Usaha Tani Jagung. Yogyakarta : Kanisius.

Imaningsih, W, dkk. 2011. Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays) yang Diberi Kompos Tanah Gambut Dengan Stimulator EM4 (Effective Microorganism 4). Bioscientia 8(2) : 6 – 15.

Mawazin dan Suhaendi, S. 2008. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Diameter Shorea parvifolia Dyer. Jurnal Penelitian Hutan dan Konsenasi Alam  5(4) : 381 – 388.

Purwono dan Purnawati, H. 2007. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Jakarta : Penebar Swadaya.

Purwono dan Hartono, R. 2005. Bertanam Jagung Unggul. Jakarta : Niaga Swadaya.

Sowunmi, F. A dan Akintola, J. O. 2009. Effect of Climatic Variability on Maize Production in Nigeria. Journal of Environmental and Earth Sciencel 2(1) : 19 – 30.

Warisono, P. 2006. Bercocok Tanam Jagung Centel. Yogyakarta : Genesa.

Warisno. 2005. Jagung Hibrida. Yogyakarta : Kanisius.


                       


BAB 3. METODOLOGI
3.1 Tempat dan Waktu
            Kegiatan praktikum Teknik Produksi Tanaman Jagung (zea mays) dan Kedelai dilakukan di laboratoriun Fakultas Pertanian Universitas Jember pada hari Senin, tanggal 01 Oktober 2012 pukul 13.45 WIB – selesai.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1. Cangkul
2. Tugal
3. Roll metter
4. Tali raffia
5. Papan nama
6. Ayakan
7. Timba
3.2.2 Bahan
1. Benih jagung
2. Benih Kedelai
3. Tanah
4. Pupuk ( Urea,SP-36,KCl)
5. Polibag 40x60
6. Tanah kering angin

3.3 Cara Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2.      Menyiapkan media tanam dengan cara mengayak tanah, dan menjemur sampai kering angin.
3.      Mengambil sampel tanah kemudan dianalisis dengan sidik cepat untuk mengetahui kondisi tanah yang meliputi pH, C-Organk, dan sifat fisik tanah.
4.      Memasukan tanah sebanyak 10 kg kedalam polybag, untuk perlakuan dengan penambahan BO berat tanah yang disesuaikan, kemudian menyiram dengan air.
5.      Menanam Benih Jagung dan Kedlai pada masing-masing perlakuan, satu lubang diisi 2 benih.
6.      Memupuk SP-36 dan KCl serta menambahkan BO sesuai dengan dosis anjuran dari analisis sidik cepat sedangkan untuk pupuk urea sesuai dengan perlakuan.
Melakukan pengamatan secara

1 komentar:

  1. LigaPoker Bandar Judi Online Terpercaya di Era Milenial #ligapoker #Ligapokerpkv #Lpkiukiu #ligapkr #bandarQ #bandarjudionline #milenial #sakong #capsasusun #180.215.12.116 #uangdomino #vipligapoker

    #ligapoker #modalkecil #ligapkr #sakong #lgpkr #capsasusun #perangbaccarat #aduQ #depopulsa #Dppulsa #merakqq #lpkiukiu #tiangqq #bandarq #bispak #sexy #meki #dominoqq #ligapokerv #ligapoker365 #depositpulsa #capsasusun #bandar66 #ceme #cemekeliling #bandarpoker #agenpoker #vipligapoker #idligapoker #ligapokerpkv #dana #ovo

    BalasHapus